Sebenarnya gue pengin nulis tentang ketemu Raditya Dika kemarin di acara Telkomsel Loop, yang diadakan di kota gue Banjarmasin. Tapi karena gue agak-agak lupa ceritanya gimana, jadi lebih baik gue share kegiatan yang baru aja gue alami hari minggu tadi.
Ya… gak penting sih sebenarnya.
Jadi, keamrin tadi gue ngerasain jadi pemeran utama dalam cerita film pendek punya teman gue, namanya Agung. Sebelum gue kasih tau sedikit bocoran gimana isi dari film nya, gue mau cerita dari awal dulu.
H-1 kami janjian bakalan ngumpul di ruko jam 10.00 Pagi, tapi apa daya, bawaan dari lahir yaitu jam karet emang udah mendarah daging. Kira-kira jam 10.00 kurang gue baru jemput Evans, gue sempat mikir kalau cuman orang Banjarmasin yang doyan telat.
Diperjalanan menuju kosan Evans gue sedikit takut kalau dia marah, secara Evans ini anak rantauan dari Bekasi, dan dia sekarang lagi bekerja disalah satu Bank di Banjarmasin. And you know? Sampai depan pintu kamar kosan Evans, gue melihat dirinya setengah bugil sambil garuk-garuk pantat.
Pagi itu perut gue yang masih belum sarapan, berasa mau ngeluarin muntahan sisa makanan semalam.
Ternyata sama jam karet.
Sembari menunggu Evans, cuci muka pakai odol, gue menghubungi Vina (yang pernah gue ceritain waktu pergi ke Labirin) Btw, si Vina ini lagi gue minta tolongin buat jadi pemeran cewek gue di film pendeknya Agung ini. Entah kenapa gue yang malah diminta tolong nyari pemeran cewek, tapi kalau gue boleh nebak, ini kayaknya efek dari lamanya Agung jomblo, udah gak pernah disentuh cewek. #SudahTerlaluLamaSendiriSudahTerlaluLamaAkuAsikSendiri
Vina sudah nunggu disuatu tempat, karena dia gak tahu dimana ruko tempat kami ngumpul sebelum ambil gambar bikin film. Setelah Evans puas nyuci muka pakai odol dan bawa properti yang diperlukan, kami langusng menjemput Vina dan ke ruko. Sampai ruko pukul 10.30 Wita.
Di depan ruko, gue disambut oleh si produser, Agung, dengan muka yang sepertinya emang belum mandi dan celana basket yang kedodoran. Ternyata di ruko Agung gak sendirian, pagi itu gue melihat si Ervan lagi tiarap di atas kasur lusuhnya Agung, gue melihat Ervan kayak kecapean dan sedikit berkeringat. Entah apa yang dilakukan cowok berdua dalam ruko yang sunyi, cuman ada mereka berdua. Biar mereka dan Tuhan yang tahu.
Oya, gue sempat mengira bakalan ada banyak orang yang terlibat dalam proses film pendek ini, tapi ternyata gak banyak. Gak lama kami berada disana, si Faisal datang sambil membawa alat tas yang beiriskan alat perekam suara.
Gak lama setelah pengarahan, pengambilan gambar dimulai dan gue sebagai pemeran utama mulai beraksi. *ketawa setan* Akhirnya setelah sekian lama, ada juga yang mau jadiin gue pemeran utama ya walaupun cuman film pendek.
Di scene satu, gue teleponan sama pacar baru gue berkali-kali dengan tempat, waktu, dan eksperesi yang berbeda-beda. Ada salah satu dimana gue lagi teleponan dengan ekspresi ceria, kata mereka hasilnya bagus banget. Tapi pas gue liat sendiri hasilnya, antara muka ceria dan mesum beda tipis. -_____-

0 komentar:
Posting Komentar